Review One Man Show Facial Wash Acne Free

Thursday, November 22, 2012

Hello, lovelies~ Akhirnya setelah sebulan lebih, produk-produk skincareku udah mulai bisa direview. Mesti bikin strategi nih kalo lagi ngereview skincare biar blog ga kosong. Hehehe.. Maklum, aku sukanya pake sebulanan kalo buat skincare biar lebih ngerti tentang produknya. Produk yang ini sih udah lebih dari sebulan pakenya, cuman kelupaan direview, maap~ So, yuk, dimulai reviewnya.

Aku nemuin produk ini di Farmer's Market, Kelapa Gading waktu lagi mau beli face wash. Baru pertama kali denger One Man Show yang klaimnya bisa untuk mengatasi masalah jerawat pada wajah. Kemasannya tube warna putih dengan tutup flip capnya yang berwarna hitam. 


Untuk bahan yang ada dalam face wash ini akan aku jabarkan dalam bentuk point di bawah ini:
  • Palmitic Acid, Lauric Acid, Myristic Acid, : bahan yang biasa ditemukan di kosmetik. Kalo di face wash, biasanya berperan sebagai surfaktan atau bahan pembersih. Terkadang bisa bersifat terlalu mengeringkan wajah. (Aman)
  • Acrylates Crosspolymer: bahan untuk mengentalkan suatu produk. Ga terlalu masalah untuk wajah. (Aman)
  • Glycerin: Humektan. Bahan ini berguna untuk melembabkan wajah dengan cara menarik air dari lingkungan sekitar. (Aman)
  • Cocamidopropyl Betaine: salah satu surfaktan atau bahan pembersih. (Aman)
  • Potassium Hydroxide: Bahan yang menyesuaikan pH suatu produk. (Aman)
  • Glyceryl stearate: Bahan yang membuat kulit terlihat lebih halus dan lembut. (Aman)
  • Lauryl Glucoside: Bahan surfaktan untuk membersihkan wajah dari kotoran dan minyak berlebih.
  • Sodium Laureth Sulfate: Salah satu surfaktan yang udah terkenal banget (Kontroversi)
  • Bamboo Extract & Portulaca Extract: Karena dia ada di posisi keempat dan kelima, aku rasa efeknya ga terasa juga. (Aman)
  • Parfum: Mungkin kurang cocok untuk kulit sensitif. (Aman)
  • Disodium EDTA: bahan yang mengontrol kekentalan suatu produk
  • BHT: Bahan pengawet (kontroversi). Katanya sih berpotensi menyebabkan kanker, alergi, neurotoxicity, dll, tapi blm ada studi yang jelas. Menurutku sih balik lagi ke seberapa banyak kadar yang dipakai dalam kandungan produk tersebut. Kalo di produk ini sih, kedua dari bawah, jadi bisa dipastikan kandungannya kecil. 

Sewaktu mau pakai produk ini, salah satu hal yang mengganggu buat aku baunya. Aromanya itu (kalo buat aku) kaya deterjen So Klin. Jadi berasa nyuci baju tiap kali pake ini.

Face wash ini mengandung butiran scrub hijau yang halus dan larut saat digunakan di wajahku. Butirannya scrubnya tidak kasar sewaktu digunakan di wajahku. Karena ada scrubnya, aku pake ini setiap 3 hari sekali, jadi seminggu aku pake dua kali, kurang lebih.

Di wajahku setelah pake selama kurang lebih sebulanan, aku ga melihat adanya perbedaan. Maksudnya, kalo aku pake scrub yang lain juga sama aja, ga ada yang membedakan dia dengan scrub yang lain dalam hal hasil. Wajahku tetap cerah dan sel-sel kulit mati terangkat.

Apakah jerawatku jarang muncul dengan ini? Secara akhir-akhir ini aku udah jarang banget jerawatan, agak susah menilainya. Cuman memang yang kuperhatiin kalo lagi ada jerawat yang meradang, pake ini ga memecahkan si jerawat karena butiran scrubnya yang halus.

Secara keseluruhan, kalo produk ini habis, aku kemungkinan besar tidak akan membelinya lagi. Aku bener-bener ga tahan dengan baunya yang mirip dengan So Klin. Entah emang hidungku aja yang sensi atau gimana. Kalo baunya tidak sekuat itu, mungkin aku akan beli karena termasuk murah untuk scrub yang halus. Harganya kalo ga salah itu dibawah Rp 15,000 deh, aku lupa harga tepatnya berapa. 
Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

You Might Also Like

0 comments