Skin Care Basics: Bar Facial Cleanser

Sunday, November 14, 2010

Klik untuk Versi Indonesia

Hellow, fresh face people!

As the title says above, this post is dedicated to facial cleansers and the ingredients commonly found in it. This is a special edition of the series because I will be doing a bilingual post for my Indonesian readers. Also, it helps me practice writing in a more formal form of Indonesia language. To my Indonesian readers, I'm sorry if the language is a bit mixed up, I suck at writing formal Indonesian language. 

As we all should know by now, the main purpose of a facial cleanser is to remove the excess oil, dirt and bacteria lurking on the surface of our skin. Back in the old days, bar cleansers are the most common ones found in the market of facial cleansers. However, as technology continues to develop, liquid cleansers are becoming more popular than the ones sold in bar form. In this post, I will be discussing about the different ingredients found in both cleansers.

Let's start off with the bar cleanser. The main ingredient that is commonly and most always will be found in it is alkyl carboxylate or better known to the world as, soap. Saponification is a way of producing soap which combines a triglyceride oil/fat and an alkali to form soap. The types of oil is listed in the table below.

Bar cleansers are more effective in cleaning compared to liquid cleansers, but it's really harsh towards the skin. Cases of erythema, xerosis and pruritus is often found to be related with the use of soap based cleansers.

The reason behind the harshness of a bar cleanser lies in the structure of the cleanser itself. The reasons are listed in bullet points below. 


  • Soap-based cleansers contain surfactants with C10 to C14 chain lengths, which is the harshest among other surfactants. 
  • Poor rinsability is often found to be related with how it affected the skin because the longer the skin is exposed to the residual surfactant, the more irritated the skin gets. 
  • Also, the surfactant gives the bar cleanser a high pH between 9.5-11.0, which is way over skin's natural pH ranging between 4.5-6.0. The more alkaline the skin's pH, the more irritated the skin.
There are four types of bar cleanser often found in the market nowadays.
  • Superfatted soaps. These types of soaps have unreacted fatty acids or oils or even addition of fatty alcohols, fatty acids, and esters during the manufacturing process. This additions gives increasing qualities in mildness and moisturization of the product. 
  • Transparent soaps. These soaps have a high levels of humectants which will solubilize the soaps, giving a clear, transparent appearance. However, it still has a high alkaline pH and contains soap as one of the ingredients, which contributes to a high level of irritancy towards the skin. 
  • Combination bars. These soaps usually consists of synthetic surfactants combined with natural soaps. Although the type of surfactant tend to reduce the irritancy level, the pH is still ranging between 9.0 to 9.5. 
  • Synthetic Detergent bars. Often called as "syndet bars", they are created via esterification, ethoxylation, and sulfonation of oils, fats, or petroleum products. These types of soaps maintain a neutral pH range, unlike the other types of bar soaps. Examples of surfactants often found in these types of bars are:
    • alkyl glyceryl ether sulfonate
    • alpha olefin sulfonates
    • betaines
    • sulfosuccinates
    • sodium cocoyl monoglyceride sulfate 
    • sodium cocoyl isethionate
So, that is all for my post about bar facial cleansers. Tell me what you think about this bilingual edition by commenting on the 'comment section'. I'm waiting for your feedback, see ya!

Versi Indonesia

Seperti yang kita ketahui, tujuan utama dari pembersih wajah adalah untuk menghilangkan minyak berlebih, kotoran dan bakteri yang berada di permukaan kulit kita. Dahulu, pembersih wajah berbentuk batangan merupakan produk yang paling sering ditemui di pasaran. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pembersih wajah cair menjadi pilihan yang lebih populer dibandingkan dengan pembersih wajah batangan. Pada kesempatan ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai bahan-bahan yang terdapat pada kedua jenis pembersih wajah.

Saya akan mulai dengan membahas pembersih wajah batangan. Bahan utama yang paling sering digunakan pada pembersih wajah batangan adalah alkyl carboxylate atau lebih dikenal sebagai sabun (soap). Saponifikasi adalah proses pembuatan sabun dengan cara menggabungkan minyak atau lemak trigliserid dengan sebuah alkali. Jenis-jenis minyak atau lemak yang biasa digunakan dapat dibaca pada tabel di bawah.

Pembersih wajah batangan ditemukan lebih efektif dalam membersihkan dibandingkan dengan pembersih wajah cair. Akan tetapi, jenis pembersih wajah ini seringkali terlalu keras dan dapat mengiritasi kulit. Kasus-kasus seperti eritema (kemerahan pada wajah), xerosis (kulit kering) dan pruritus (gatal) sering ditemukan berhubungan erat dengan penggunaan pembersih wajah dengan bahan dasar sabun (soap).    
Alasan mengapa pembersih wajah batangan terdapat pada struktur dari pembersih itu sendiri. Di bawah ini akan dijelaskan mengapa.
  • Pembersih wajah berbahan sabun mengandung surfaktan dengan C10 sampai C14 panjang rantai yang menyebabkan iritasi pada kulit.
  • Pembersih wajah berbahan sabun pada umumnya sulit untuk dibilas sehingga terdapat sisa-sisa surfaktan pada permukaan kulit. Hal inilah yang pada umumnya mengiritasi kulit wajah.
  • Surfaktan pada pembersih wajah batangan memiliki pH yang tinggi antara 9.5-11.0, jauh berbeda dari kondisi pH kulit normal antara 4.5-6.0. Kondisi kulit yang alkalin (basa) inilah yang membuat kulit menjadi teriritasi.
Ada empat jenis pembersih wajah batangan yang sering dijumpai di pasaran.
  • Superfatted soap. Jenis ini memiliki asam amino yang reaktif, minyak, bahkan tambahan alkohol, asam amino dan ester pada saat pembuatan produk. Penambahan-penambahan inilah yang memberikan peningkatan kualitas dalam hal kelembutan dan kelembaban produk ini.
  • Sabun transparan. Jenis sabun ini memiliki kadar humektan yang tinggi, yang mana akan membantu menstabilkan kondisi dari sabun tersebut. Hal inilah yang membuat penampilan sabun menjadi transparan. Akan tetapi, sabun jenis ini masih memiliki kadar pH yang tinggi (alkalin) dan mengandung sabun sebagai salah satu bahannya, yang dapat mengiritasi kulit. 
  • Sabun kombinasi. Jenis sabun ini mengandung kombinasi dari surfaktan sintetik dan sabun alami. Meskipun tipe surfaktan yang digunakan menurunkan kemungkinan iritasi pada kulit, pH sabun ini masih di anatar 9.0-9.5.
  • Sabun deterjen sintetis. Seringkali disebt sebagai 'sabun syndet', jenis sabun ini dibuat melalui proses esterifikasi, ethoxylasi, dan sulfonifikasi dari minyak, lemak atau produk petroleum. Tidak seperti jenis sabun batangan lainnya, sabun syndet memiliki kadar pH yang netral. Contoh-contoh surfaktan yang biasanya ditemukan pada jenis sabun ini adalah:
    • alkyl glyceryl ether sulfonate
    • alpha olefin sulfonates
    • betaines
    • sulfosuccinates
    • sodium cocoyl monoglyceride sulfate 
    • sodium cocoyl isethionate
Sekian blog post saya mengenai topik pembersih wajah batangan. Dimohon untuk mengkomentari post ini, apabila para pembaca Indonesia menyukai bilingual atau 1 bahasa saja. Kometar di bawah yah, terima kasih. 

You Might Also Like

2 comments

  1. wah ketemu deh sebab kenapa aku enggak bisa soap bar : langsung gatal n lama kelaman timbul bercak bercak yang jeleeekkk buanget... n menghilangkananya butuh waktu berbulan bulan *ogggh...

    oya, klo dah terlanjur timbul bercak jelek gitu diapain ya phanie biar cepet hilang?

    aku suka versi 2 bahasa gini.. jadi membantu buat yang inggrisnya agak agak (gak pinter )kayak akuu he he

    makasih infonyaaaa ya bu detektif ingredients ::: hehhehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Dwi~ Aku juga ga bisa pake bar soap, berasanya kering banget dan meski ga kering, rata2 langsung jerawatan. >.<

      Bercaknya yang gimana nih maksudnya? Kalo yang hitam kaya sun spot, bisa pake whitening agent kaya azelaic acid, arbutin atau hydroquinone. Siangnya jangan lupa pake sunscreen ~ ^_^

      Delete